Nasyid Yang Berpolitik…

Oleh : Ridhwan Ibnu Asikin*

Hari ini, tepat pada tanggal 24 April 2008, pukul 01.47 waktu Kairo, menjadi saksi pilu bagi saya untuk kembali harus bertanya, bertanya dan bertanya tentang arah perjuangan nasyid dewasa kini. Setelah sebelumnya, pada tahun 2004 saya sempat dikagetkan juga dengan adanya lagu nasyid yang liriknya sudah menjelma bagaikan band – band lainnya. Bertemakan cinta, berlandaskan kepada perempuan. Sebenarnya, apa maksud dari semua ini ???

Setelah setengah jam saya browsing di internet. Tanpa sengaja, saya mendapati soundtrack lagu untuk mendukung salah satu cagub Jabar 2008 yang diciptakan oleh dua tim nasyid, yang konon katanya salah satu di antara mereka kini tengah naik daun dan digemari oleh para remaja islam di Indonesia.

Dengan rasa penasaran, saya pun mendownload file lagu tersebut berikut liriknya. Dan ternyata, memang benar mereka adalah salah satu tim nasyid yang saya kenal lagu – lagunya. Seketika itu pula, hati dan pikiran saya merasa ada sesuatu yang bukan pada tempatnya, yang secara perlahan akan menghilangkan arah tujuan.

Soundtrack lagu tersebut secara subyektif merupakan hal yang sangat jauh dari dunia nasyid. Memang, tidak ada larangan untuk menciptakan sebuah karya bagi siapapun. Namun masalahnya kini, nasyid sudah ditempatkan bukan pada tempatnya. Dari mulai lirik, alunan musik sampai gayanya pun kini sudah berubah haluan. Dan yang terbaru adalah kini nasyid pun ikutan berpolitik. Meskipun itu hanya menciptakan lagu untuk mendukung salahsatu cagub, tapi bagi saya itu adalah berpolitik. Yang harus dipertanyakan adalah kemana arah tujuan nasyid sebenarnya ? apakah agenda perjuangan yang dulu dicanangkan kini hangus sudah begitu saja ?

Ini sebenarnya, yang harus ditekankan oleh kita. Arah perjuangan nasyid selama ini adalah sebagai lahan dakwah, bukan sebagai lahan berpolitik dan lahan seni an sich. Nasyid bukan hanya dijadikan sebagai tempat kita berkreasi, tapi lebih dari itu ada nilai yang harus kita pertahankan dan perjuangkan.

Terus terang, saya merasa ada satu kekhawatiran, dimana ketika lagu – lagu nasyid sudah tidak bisa memposisikan diri sebagai solusi dan lahan dakwah. Kemudian, dijadikan sebagai propaganda oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Hendak kemanakan arah perjuangan nasyid ?.

Maka dari itu, tanpa berpretensi menasehati, saya ingin mengetuk hati para pecinta, pelantun, pendengar dan penggiat nasyid untuk turun aktif dalam menilai dan mem- filter sebuah hasil karya tim nasyid. Mana yang harus disampaikan dan mana yang bukan pada tempatnya. Hal ini sangatlah penting mengingat perjalanan nasyid kini sudah mulai terkontaminasi oleh hal – hal yang diluar dugaan. Wallahu a’lam bish-showab

* Penulis adalah Ketua Umum ANN ( Asosiasi Nasyid Nusantara ) Wilayah Mesir.