Ungu Ajak Penggemar Insyaf
Jumat, 8/8/2008 | 18:18 WIB

JAKARTA, JUMAT — Grup band yang satu ini memang tidak pernah mati dalam berkreasi mencipta lagu-lagu yang enak didengar. Suguhan nada yang easy listening dan lirik yang menyentuh membuat lagu-lagu Band Ungu begitu melekat di telinga penikmat musik Tanah Air.

Hal itu pulah yang cukup terasa di album religi ketiganya kali ini. Mengusung single hits Dengan Nafasmu, Ungu mencoba untuk tidak sekadar mengajak berdendang, tapi juga mengajak orang untuk mau berhijrah untuk berprilaku lebih baik.

“Gue sengaja (membuat lagu ini) untuk mengajak lu berubah, dan gue juga berubah. Insya Allah, lagu ini bisa menjadi guru buat kita semua,” ucap Enda, gitaris Ungu, yang menciptakan lagu Dengan Nafasmu, di sela syuting video klip Ungu di stasiun bersejarah Tanjung Priuk, Kamis (7/8) kemarin.

Menurut Enda, lagu tersebut dibuat tidak lepas dari pengalaman emosional para personel Ungu yang sempat mengalami peristiwa-peristiwa yang dekat dengan kematian.

“Belasan tahun kita bersama, kita pernah merasakan hampir terjadi kecelakaan pesawat, lalu orang meninggal demi menonton kita, mudah-mudahan ini bisa berarti bagi semua,” imbuhnya.

Untuk penggarapan video klip single hit-nya tersebut, masih dipercayakan kepada sutradara video klip Abimael Gandy. Sementara, untuk model video klip diberikan kepada Sarah Jane.

Alur cerita video klip Dengan Nafasmu menceritakan seorang gadis broken home yang mencoba mencari makna hidup, di tengah konflik yang terjadi di antara keduanya. “Pada suatu waktu gadis ini melihat seorang ibu tertabrak mobil, dari situ dia mulai merenung. Tiba-tiba melihat cahaya yang keluar dari kitab suci Al-Qur’an yang disimpan dalam laci, yang menuntunnya untuk kembali ke pangkuan ibunya untuk menjalani hidup lebih baik lagi,” ungkap Gandy.

Album religi yang ke tiga ini diselesaikan selama Band Ungu melakukan tur ke beberapa wilayah di Indonesia, adapun penyelasaiannya selama dua bulan setengah, ada lima lagu baru di album Ungu kali ini, yang akan dilaunching rencananya sebelum bulan puasa.(C-04)

Ramadhan 2008, GIGI Cari ‘Jalan Kebenaran’
Han Kristi – detikhot

Gambar
GIGI (yla/hot)

Jakarta Setelah tahun lalu absen menggarap album religi, kali ini GIGI merilis album ‘Jalan Kebenaran’. Album ini jadi karya religi GIGI untuk yang ke-4 kalinya.

Beberapa bulan belakangan, selain masih sibuk pentas, band yang digawangi Armand Maulana cs itu juga terus berkutat di studio. Akhirnya album religi mereka yang diberi tajuk ‘Jalan Kebenaran’ pun rampung digarap.

Sebagai hits pembuka, lagu yang berjudul sama dengan album telah dipilih. Hari ini GIGI pun syuting video klip di bawah arahan sutradara Angga Dwimas Sasongko.

“Lagu ‘Jalan Kebenaran’ ciptaan Budjana tapi liriknya gue. Ini cita-cita terdalam supaya orang jadi baik, tapi ini cuma doa anak-anak buat ngebantu orang. Kalau bisa mengubah orang jadi baik lewat lirik kita, ya alhamdulillah,” ujar Armand ditemui di Jl. Kali Besar Raya, No. 8-9, Gedung Kerta Niaga, Kota, Jakarta, Kamis (14/8/2008).

GIGI mengaku tak pernah latah merilis album religi. Tahun lalu Armand, Budjana, Thomas dan Hendy memilih untuk merilis album studio ke-10 mereka, ‘Peace, Love ‘n Respect’. Jika di album religi ‘Pintu Surgamu’ tahun 2006, GIGI mendaur ulang lagu lama milik orang lain, kali ini semuanya full lagu mereka.

“Kebetulan memang lagi mood bikin album. Nggak tiap bulan puasa, kita bikin album religi, buktinya kemarin kita nggak keluarin album. Kita nggak latah kok,” jelas Armand.
(yla/yla)

Kapanlagi.com – Setelah sukses dengan tiga album terdahulunya, kini Opick kembali menyiapkan album baru bertajuk CAHAYA HATI, yang sekaligus menjadi single hit terbarunya. Ada 10 lagu dalam album barunya ini, di mana keseluruhan lagu ditulis Opick sendiri.

“Proses pengarapan memakan waktu enam bulan, di sini juga ada lagu duet dengan Amanda,” terang Opick di sela pembuatan video klip di Gedung Arsip Kota Tua, Jakarta Utara (25/7).

Untuk penggarapan video klip, Opick masih mempercayakan kepada sutradara Hanung Bramantyo, sebagaimana albumnya terdahulu. Sementara model diisi Opick sendiri bersama Amanda.

Album yang direncanakan akan rilis pada 6 Agustus itu, tutur Opick merupakan album keempatnya, di mana sebelumnya album Istighfar (2005), Semesta Bertasbih (2006) dan Ya Rahman (2007) berhasil di pasar musik Indonesia.

Melalui lagu ini, pesan yang disampaikan menurut Opick lebih pada pengungkapan bahwa Allah maha dekat dengan hambanya dan penuh kasih sayang. Karenanya sebagai hamba wajib untuk mensyukurinya, terang pria asal Jember ini.

Dalam waktu dekat setelah launching, Opick juga merencanakan mengelar promo album, diperkirakan berlangsung menjelang bulan Romadhon mendatang. (kpl/ant/dar)

Opick
Kapanlagi.com – Opick tampil beda. Biasanya pemilik nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus ini kondang sebagai pencipta lagu dan penyanyi religi. Kali ini ia berdakwah lewat sinetron. Pria kelahiran Jember, 16 Maret 1974 tersebut akan menjadi bintang utama dalam sinetron HAMBA–HAMBA ALLAH produksi Sinemart. Dalam sinetron garapan sutradara Noto Baskoro ini, Opick akan berperan sebagai Ustad yang jadi panutan orang–orang desa.

Lawan main Opick adalah Teddy Syah, berperan sebagai Imam, seorang kepala keluarga dari strata sosial terbatas atas himpitan kemiskinan dan kelaparan. Tapi tetap menyandarkan hidupnya kepada keimanan.

Menurut Direktur Programing RCTI, Arsiwi Achmad, sinetron ini mengetengahkan nilai–nilai utama yang patut menjadi pegangan di tengah kesulitan hidup. “Kita tidak boleh berputus asa dengan berpaling dari-Nya. Segala kesulitan pasti akan ada jalan keluarnya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya,” ujar dalam rilis jumpers di lokasi syuting bilangan Cibubur, (9/6).

Selain Opick dan Teddy Syah, sinetron yang akan mulai tayang pada 9 Juni setiap hari Senin sampai Sabtu, mulai dari jam 18.00–19.00 WIB ini akan dibintangi Astri Ivo, Dhea Imut, Haikal Kamil, Rheina Maryam, Iszur Muchtar, Deni Malik serta bintang–bintang lainnya. (kpl/buj/tri)

Kapanlagi.com – Menyanyi dan berkhotbah memang sesuatu yang berbeda, namun keduanya bagi penyanyi religius bisa memiliki fungsi yang sama. Berkhotbah berusaha menyadarkan orang, begitu pun dengan menyanyi yang selama ini juga dimanfaatkan sebagai sarana khotbahnya.”Saya melalui lagu, layaknya kotbah lewat syair,” ungkap Opick di sela syuting video klip di Gedung Arsip, Kota Tua, Jakarta Utara, Jum’at (25/7).

Begitu juga dengan album CAHAYA HATI yang akan segera dirilis pada 6 Agustus mendatang. Opick mengaku terispirasi dari proses ‘khutbah’ yang telah dilakukannya. Saat kalimat-kalimat sejuk itu meluncur, menjadi inspirasi lagu demi lagu yang dibawakannya, katanya.

“Suatu waktu ada orang yang mengeluh pada saya, dia itu putus asa dan menderita. Saya bilang Allah tidak mengasih kesusahan terus-menerus pada umatnya,” terangnya.

“Saya juga pingin kalau bikin lagu, syairnya itu mudah dimengerti orang, dan dapat jadi inspirasi bagi orang lain. untuk jadi lebih baik,” tambahnya.

Opick juga mengaku senang dengan banyaknya grup band atau apa aja yang menyanyikan lagu-lagu religi. Karena dengan lagu sudah seperti berdakwah. “Jadi ngak mesti kiai, orang biasa juga bisa,” terang pria asal Jember, Jawa Timur ini. (kpl/ant/dar)

Opick

Kapanlagi.com – Bulan suci Ramadhan tinggal beberapa minggu lagi. Tentu saja, dalam industri musik tanah air akan diwarnai oleh musik-musik religius yang seakan berlomba-lomba. Menanggapi hal itu, penyanyi lagu religius, Opick menilai maraknya musik religius yang muncul secara dadakan atau momentum saja, terutama setiap menjelang Ramadan karena faktor komoditas bisnis semata, bukan karena perubahan hidup ke arah lebih baik (Islami).”Untuk bisa menjemput perubahan harus dilakukan secara bersama-sama,” katanya usai mengisi acara Syimphoni Keagungan Islami di gedung Gelora Pancasila, Surabaya, Rabu (30/7).

Untuk mewujudkan musik Islami yang mampu menerjemahkan kehidupan Islami, jelas Opick, tidak hanya dibutuhkan syair dan lagunya saja yang Islami, melainkan juga ada aspek lainnya yang lebih dalam yakni spiritualitas dalam perilaku sehari-hari.

“Untuk perubahan, kita butuh musik Islami, film Islami, pengusaha Islami, dan kegiatan-kegiatan Islami,” kata pemilik nama kecil Aunur Rofiq Lil Firdaus itu.

Untuk itu, kata dia, untuk menuju perubahan hidup yang lebih baik, maka seseorang harus memulainya dari hal yang terkecil.

“Misalnya saya, yang bisa saya mengerti adalah musik. Maka sedikit demi sedikit, yang bisa saya lakukan adalah belajar Islam melalui musik,” katanya.

Saat disinggung banyaknya artis yang terjun ke dunia politik, Opick enggan berkomentar dan menganggap karena hal itu merupakan hal yang sifatnya pribadi.

“Ada pemikiran yang tidak sama dengan saya, itu sah-sah saja. Semoga Allah melindungi saya,” katanya. (kpl/boo)


Kapanlagi.com – Nasyid yang kerap kali hanya disiarkan televisi saat hari besar keagamaan, membuat penyanyi Opick bersedih. Ia ingin lagu religius ini frekuensinya diperbanyak di layar kaca.

“Saya menyayangkan kesan yang tertangkap bahwa nasyid hanya bisa masuk televisi kalau saat Maulid, Ramadhan, dan Isra Mi’raj,” katanya ketika ditemui dalam Muktamar Nasional I Asosiasi Nasyid Nusantara di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjutnya, pria yang bernama lengkap Aunur Rofik Lil Firdaus itu juga mengharapkan agar kategori nasyid dapat pula dimasukkan dalam kategorisasi ajang penghargaan musik di tingkat nasional.

Namun, lelaki kelahiran Jakarta 16 Maret 1976 itu mengaku tidak akan melancarkan surat protes, karena dia hanya ingin berbuat yang terbaik dalam berkarya dan menyerahkan segalanya kepada Allah.

Ia juga mengatakan perkembangan musik nasyid sekarang sangat menggembirakan, indikasinya terlihat dari semakin banyaknya grup nasyid yang masuk ke dapur rekaman.

Opick mengungkapkan bila pada 2005 terdapat sekitar 20 grup nasyid yang menghasilkan album, maka pada 2006 jumlahnya membengkak menjadi sekitar 70 grup.

Mengenai penggolongan jenis musiknya, pelantun lagu Tombo Ati dan Alhamdulillah itu mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena lebih ingin berpikir secara merdeka.

“Malah ada yang mengategorikan musik saya sebagai world music. Menurut saya itu sah-sah saja,” ujar Opick yang telah menciptakan lagu sejak 1990 itu.

Ia akan tetap berkomitmen seperti saat masuk ke dunia seni pertama kali, yakni tidak akan terkotak-kotak dalam satu jenis atau aliran tertentu.

“Saya ingin merdeka saja seperti burung yang terbang di udara,” katanya, seraya menambahkan bahwa selama belasan tahun berkecimpung di dunia musik dia telah mencoba beragam jenis lagu seperti rock yang keras hingga “pop cengeng”. (*/erl)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.